Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
Kunjungi terus web kami dan dapatkan info discound menarik Fast respon Call CS 085645171548 Kami siap antar sampai depan rumah Tersedia Berbagai jenis beras Putih, Merah, hitam, beras organik
Beranda » Artikel Terbaru » Rajin Membaca, Perilaku Wajib Pebisnis

Rajin Membaca, Perilaku Wajib Pebisnis

Diposting pada 31 Juli 2017 oleh backrojez | Dilihat: 1.081 kali

Mari budayakan membaca

“Peroh, anak muda ganteng, selain ganteng ia pemudah yang taat ibadah, tak seperti pria sebaya pada umumnya peroh anak yang taat, setiap mendengar adzan dia langsung bergegas ke masjid.

Sesekali pemuda sebayanya menggoda,” peroh ayoh ikutan maen sini, kamu ini rajin benar,”

Peroh sekedar membalas dengan senyuman, lantas melanjutkan perjalanan kemasjid

Selain sholat tepat waktu dan berjamaah di masjid, peroh suka puasa senin kamis dan juga ibadah sunnah lainnya.

Suatu ketika ketika malam hari dalam tidurnya peroh bermimpi di datangi malaikat, malaikat itu bilang ke peroh “ peroh ibadahmu sudah bagus, amalanmu sudah cukup, kamu tidak usah lagi beribadah, kamu sudah bisa masuk surga”

Kira-kira begitulah, setelah mendapati mimpi itu, keesokan harinya peroh sudah tidak pernah lagi sholat, tidak pernah lagi puasa sunnah dan ibadah lainnya.

Peroh adalah pria bodoh yang tidak mengerti apa apa, ia hanya menjalankan apa yang dia tau tanpa mengerti ilmunya.

Apakah ibadah tanpa ilmu bisa berkualitas, untuk pandai maka kita harus rajin membaca.

Hal yang menarik, dan bukan sebuah kebetulan tapi sebuah ketentuanYa, jika surah al-qur’an pertama kali turun adalah surah (al-alaq) berkaitan dengan perintah membaca. Bukanlah perintah lainnya seperti zakat, sedekah, sholat, taat dan ibadah lainnya.

“bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan, dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhan mulah yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan Pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya’ (QS. Al-Alaq:1-5)

Penyebab kemunduran peradaban kita adalah salah satunya disinyalir karena rendahnya budaya membaca. Amat kontras dengan peradaban barat, yang memiliki kesadaran membaca, maka tak heran mereka sangat berkembang dari berbagai sisi baik teknologi, produksi film, pertanian, indurstri dll.

Secara bahasa, kata iqra di surat Al-alaq. Berasal dari akar kata qara’ah. Yang dimaknai sebagai kegiatan menghimpun, menyampaikan, menelaah, meneliti, mendalami, mengetahui ciri sesuatu dan membaca.

Ulama menafsirkannya untuk teks tertulis dan tidak tertulis. Kata ini diluang hingga dua kali,yang menandakan Allah SWT telah memberikan kunci, bahwa membaca merupakan keniscayaan bila ingin survive (bertahan) menjalani liku kehidupan.

Secara fitrah, manusia adalah makhluk Allah yang tinggi rasa ingin tahunya, sejak masih anak-anak, manusia selalu bertanya akan apa yang di lihat, didengar dan di rasakannya. Artinya, manusia memiliki naluri untuk mencari tahu sesuatu yang belum di pahami. Dan membaca adalah solusi cerdas, perintah mulia agar manusia memperoleh ilmu yang menjadi penerang dalam membedakan hak dan batil.

Dan membaca yang dimaksud, tentunya tidak hanya tekstual. Makna membaca dapat juga berupa kebiasaan berpikir mendalam, merenung atau mentafakuri ayat-ayat alam (qauniyah).

Duduk santai di warung kopi belajar bersama, di sekolahan, berkomunitas dengan orang orang pintar komunitas bisnis misalnya komunitas Tangan Diatas (TDA) atau KPULA (Komunitas Pelopor Usaha Lamongan)saling bertukar ilmu, mengikui pelatihan, workshop dll. Itu adalah proses membaca meskipun tidak secara langsung.

Semuanya itu, baik membaca secaratekstual maupun dalam bentuk tafakur atas realita yang terjadi, hendaknya mengarah pada satu tujuan. Yaitu semakin mendekatkan kita kepada allah, itulah sebabnya, kita dianjurkan untuk berlindung dari ilmu dan amal yang menjauhkan dari ridha dan cint Allah.

Apa sih fungsi membaca?

Kenapa kita harus membaca?

Mmbaca membuat manusia makin mengenal siapa dirinya, ingatkah ungkapan yang menyebutkan bahwa barangsiapa mengenal dirinya. Ia akan pula mengenal Tuhannya?

Disinilah budaya membaca menepukan konteks atas uangkapan tersebut. Karena sungguh merfugi bila seseorang merasa tahu akan sesuatu padahal sebenarnya ia tidak tahu apa-apa, dengan membca hal itu bisa di hindari.

Dari pemikiran ini, lahir toko-toko besar seperti al-ghazali, Sayyid Quthb, Yusuf al-Qardhawi, anthoni robin, tung desem waringin, dewa eka prayoga, ippho santosa, idrus putra, totok PDY, alm Yannurindra. Faisal Alfa

Hingga sekarang kita tetap dapat menikmati keluasan ilmu mereka, tentu dengan membaca dan mempelajarinya. Meneruskan tradisi mereka yang kental dengan budaya membaca.

Membaca juga dapat memperkaya wawasan, berjenis buku yang dilahap mengajak kita melalang buana ke seluruh dunia, kesemua peradaban, kembali ke masalalu atau berkelana ke masa depan.

Kita pun bisa menelusuri jejak Rosullullah SAW, berusa dengan tokoh-tokoh isnpiratif yang mengubah dunia, atau bermain dengan sosok rekaan alam yang juga imajiner.

Membaca menghadirkan dunia kecil, bisa di kunjungi setiap saat, tanpa batas dan tanpa syarat.

 

Bagikan informasi tentang Rajin Membaca, Perilaku Wajib Pebisnis kepada teman atau kerabat Anda.

Rajin Membaca, Perilaku Wajib Pebisnis | j-rice.id | 0812.1494.7225

Belum ada komentar untuk Rajin Membaca, Perilaku Wajib Pebisnis

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 33%
QUICK ORDER
Beras Diet

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 28.000 Rp 42.000
Ready Stock
Rp 28.000 Rp 42.000
Ready Stock
QUICK ORDER
Benih Padi Ciliwung

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
QUICK ORDER
Jual Beras Merah Lamongan

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Jual beras Merah lamongan *Harga Hubungi CS
Ready Stock
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
SIDEBAR

Alamat Kantor

Alamat Kantor :

Graha Indah Paciran Blok E4-No 7

Dsn Tepanas RT 02 RW 03 Ds. Kranji Kec. Paciran

Lamongan- Jatim

62264

TLP 0856 4517 1548

WA 0812 1494 7225