Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
Kunjungi terus web kami dan dapatkan info discound menarik Fast respon Call CS 085645171548 Kami siap antar sampai depan rumah Tersedia Berbagai jenis beras Putih, Merah, hitam, beras organik
Beranda » Artikel Terbaru » Bibit Padi Unggul IPB 3S

Bibit Padi Unggul IPB 3S

Diposting pada 7 Agustus 2017 oleh backrojez | Dilihat: 2.372 kali

j-rice- Agrobis di Indonesia terus berkembang, penelitian terhadap kemajuan pertanian selalu di upayakan, salah satunya adalah bibit padi, ada varietas bibit unggul yakni IPB-3S. Nama varietas baru itu hasil pemuliaan Dr. Ir. Hajrial Aswidinnoor, M.Sc, periset di Institut Pertanian Bogor. Menurut Hajrial IPB-3S hasil persilangan jenis fatmawati sebagai induk jantan dan galur unggul IPB6-d-10s-1-1-1 sebagai induk betina. Kami jual Bibit Padi IPB 3S klik disini

 

Fatmawati adalah padi yang baru dirilis Kementerian Pertanian pada 2003. Varietas itu menurunkan sifat malai lebat dan panjang. Namun, fatmawati memiliki beberapa jadi kelemahan, antara lain sulit dirontokkan oleh mesin, memiliki persentase hampa yang terbilang tinggi-mencapai 26% dan cenderung menghasilkan beras yang buram kecokelatan. Sementara IPB-6 menurunkan sifat malai panjang dan berasnya lebih bersih.

 

 

Anakan produktif IPB-3S terbilang sedikit, hanya 7-12 batang. Bandingkan dengan ciherang mampu mengeluarkan 20 anakan. Meskipun demikian, semua anakan produktif menghasilkan bulir padi sehingga produktivitas per satuan lahan lebih tinggi. Sudah begitu, IPB-3S memiliki malai panjang yang dapat menghasilkan 300-350 bulir gabah per malai. Ukuran bulir lebih besar sehingga bobot per 1.000 bulir mencapai 28 gram.

Menurut Hajrial varietas yang dilepas pada Maret 2012 itu memang dirancang mempunyai malai panjang dan produktif. Andang menyatakan produksi gabah IPB-3S 1-2 ton per ha lebih tinggi daripada jenis lain. Produksi gabah kering panen IPB-3S mencapai 10-12,6 ton per ha. Selain IPB-3S, persilangan yang dilakukan Hajrial pada 2004 itu juga menghasilkan padi IPB-4S. produktivitas IPB-4S lebih rendah, hanya 9,6-10,9 ton per ha.

 

Irit Pupuk

 

Meskipun demikian, rendemen sosohnya mencapai 65%. Itu 2-3% lebih tinggi daripada IPB-3S. Andang menuturkan, itu karena sekam IPB-3S lebih tebal. Menurut Hajrial, tebalnya sekam itu membuat ukuran bulir gabah IPB-3S sedikit lebih besar daripada IPB-4S. IPB-3S dan IPB-4S terbilang padi yang tidak rewel. Menurut Andang, keduanya tergolong padi yang irit air.

Bahkan produktivitasnya meningkat di lahan gogo rancah. Pada masa vegetatif padi hanya memerlukan tanah yang macak-macak. Dalam tahap pengisian bulir, lahan cukup dialiri air sampai basah tanpa tergenang. Tidak hanya itu, Hajrial juga menyatakan bahwa kedua varietas itu hemat pupuk. Dari pengalaman petani bimbingan Andang, keperluan Urea hanya 50%. “Kelebihan asupan unsur N menyebabkan tanaman rebah,” kata Hajrial.

Namun Andang mengingatkan saat pengisian bulir, ketika tanaman berumur 45 hari setelah tanam, petani menambahkan pupuk dengan kandungan unsur sulfur dan kalium dan diberikan pupuk hayati pada umur 50 hari, 65 hari, dan 80 hari setelah tanam. Tujuannya agar bulir terisi sempurna dan batang padi juga tidak rebah. “Kekurangan unsur kalium dapat menyebabkan gabah hampa hingga 20%,” kata Andang.

 

Lantaran hanya menghasilan sedikit anakan, jarak tanam kedua padi asal Bogor itu bisa lebih rapat. Menurut Dr. Ir. Sugiyanta, M.Si, ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor, anjuran jarak tanam IPB-3S adalah 20 cm x 20 cm dengan jarak tanam legowo 20 cm x 40 cm x 15 cm untuk 2-3 bibit per lubang tanam atau 15 cm x 30 cm untuk 3-4 bibit per lubang.

 

 

Cara lain untuk mengatasi minimnya anakan adalah dengan menanam lebih banyak benih dalam lubang tanam. Hajrial menyarankan menanam 5 bibit per lubang tanam agar hasil yang didapat per satuan luas setara bahkan dapat mengungguli padi lain.

 

 

Menurut Andang petani sebaiknya mewaspadai cendawan, embun upas, dan wereng dari lahan yang berdekatan. Saat kemarau sundep dan beluk atau penggerek batang akan menjadi hama yang umum bagi padi. Untuk mengatasinya, Andang menyarankan penyemprotan pestisida kontak ketika olah tanah untuk mematikan penggerek batang dan hama lain di tanah.

Sebelum tanam, Sugiyanta menyarankan untuk mencelupkan akar padi ke dalam larutan probiotik. “Lakukan pengairan irigasi berselang, caranya alirkan air ke sawah hingga tergenang setinggi 5 cm lalu biarkan habis meresap lalu masukkan air kembali,” kata Sugiyanta. Keringkan sawah ketika memupuk dan 10 hari menjelang panen. Masa panen keduanya hampir sama, 114-118 hari setelah tanam.

 

“Rasa nasi IPB-4S lebih enak, pasalnya IPB-3S mengandung amilosa yang lebih sedikit dari IPB-4S,” kata Andang. Menurut Hajrial, kedua padi itu cocok ditanam di Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Keterangan Produk

Asal persilangan : IPB6-d-10s-1-1-1/Fatmawati
Golongan : Cere
Umur tanaman : kurang lebih 112 hari
Tinggi tanaman : Sekitar 118 cm
Anakan produktif : 7 – 11 batang
Bentuk tanman : Tegak
Kerebahan : Tahan
Kerontokan : Sedang
Bentuk gabah : medium
Warna Gabah : Kuning jerami
Jumlah gabah per malai : 233 butir
Rata – rata hasil : 7.04 ton per ha GKG
Potensi hasil : 11.23 ton per ha GKG
Bobot 1000 butir : sekitar 28.2 gram
Tekstur nasi : pulen
Kadar amiloas : sekitar 21.6 %
Keunggulan
a. Tahan terhadap hama
b. Agak tahan terhadap penyakit blas ras 033
c. Agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III
d. Baik ditanamn di lahan irigasi dan tadah hujan 0-600 mdpl
e. Varietas padi yang dihasilkan merupakan strategi untuk mendapatkan breaktrough dalam lonjakan produktivitas melalui pengembangan padi tipe baru
f. Varietas padi yang dihasilkan cenderung tahan terhadap penyakit tungro, blas dan hawar daun sehingga akan mengurangi input dan biaya produksi dengan hasil yang tinggi
g. Nasi yang dihasilkan memiliki tekstur yang  pulen dan disukai sebagian masyarakat indonesia
h. Memliki potensi produksi 11.23 ton/ha GKG
i. Padi IPB 3S telah dilepas berdasarkan SK pelepasan no 1112/Kpts/ST.120/3/2012
Rekomendasi Teknologi Budidaya Padi IPB 3S
1. Persemaian
a.Gunakan benih bermutu
b.Sebelum di semai benih disortir dengan larutan garam kurang lebih 4%. Semai benih yang tenggelam dan buang benih yang melayang, cuci dengan air bersih sebelum direndam.
c.Rendam benih sehari semalah
d.Inkubasi benih pada karung basah sampai tumbuh bakal akar (melentis putih)
e.Semai rata dibendengan persemaian yang telah disiapkan
f.Pengamatan dan pengambilan telur ngengat penggerek batang
2. Pengolahan tanah
a.Olah tanah sempurna dan rata
b.Benamkan jerami
c.Aplikasikan pupuk organik hayati (Bio-Organik) 300kg/ha 1-3 hari sebelum tanam
3. Penanaman
a.Pindah tanam benih bibit pada umur 10-14 hari setelah semai
b.Kondisi air pada saat tanam adalah “macak-macak”
c.Jarak tanam yang digunakan : 20 cm x 20 cm dengan 2-3 bibit/lubang atau 20 cm x 40 cm x 10 cm atau 30 cm x 15 cm dengan 3-4 bibit/lubang.
4. Pengairan
Teknik irigasi , air dialirkan ke sawah hingga tergenang sekitar 5 cm dan dibiarkan hingga habis meresap ke tanah kemudian air dimasukan kembali. Pengeringan dilakukan pada saat pemupukan dan 10  hari sebelum panen.
5. Pemupukan
a.Umur 5-7 hari setelah tanam (HST) dipupuk 100kg NPK 15-15-15 kg/ha + 100 kg urea/ha
b.Umur 21 HST dipupuk 100 kg NPK 15-15-15/ha + 50 kg urea/ha
c.Umur 35 HST dipupuk 100 kg NPK 15-15-15/ha
f.Dianjurkan untuk diaplikasikan pupuk silika dosis 1 liter/ha/aplikasi disemprotkan dua kali pada umur 10 dan 30 HST. Diusahakan tidak ada hujan 4 jam setelah penyemprotan.
6. Pengendalian hama dan penyakit
Lakukan pengamatan setiap hari (terutama hingga umur 1 bulan) terhadap :
a.Keberadaan hama wereng dan telurnya dipangkal batang
b.Keberadaan ngengat (penerbangan) dan telur penggerek batang.
c.Keberadaan kepinding tanah di pangkal batang
d.Keberadaan kupu-kupu dan ulat hama putih palsu
e.Dilakukan gerakan dan pengendalian hama tikus dan penerapan LTBS.
f.Penyemprotan insektisida untuk penggerek batang, dan wereng apabila diperlukan, serta fungisida untuk kresek dan blas pada saat stadia buntik kecil dan setelah keluar malai merat.
7. Pemamenan
a.Lakukan panen setelah sekitar 90% bulir padi menguning
b.Lakukan panen setelah embun kering dan tidak waktu hujan
c.Segera dirontok setelah panen dengan menggunakan threaser dan alas panem 9m x 9m
d.Apabila gabah diproses oleh petani lakukan segera pengeringan
e.Apabila tersedia dianjurkan menggunakan jasa alat mesin pemanen.

 

 

 

 

 

Bagikan informasi tentang Bibit Padi Unggul IPB 3S kepada teman atau kerabat Anda.

Bibit Padi Unggul IPB 3S | j-rice.id | 0812.1494.7225

Belum ada komentar untuk Bibit Padi Unggul IPB 3S

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
QUICK ORDER
Benih Padi Bestari

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
OFF 9%
QUICK ORDER
Beras Pandan Wangi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 31.000 Rp 34.000
Ready Stock
Rp 31.000 Rp 34.000
Ready Stock
QUICK ORDER
Benih Padi Ciherang Jumbo

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
SIDEBAR

Alamat Kantor

Alamat Kantor :

Graha Indah Paciran Blok E4-No 7

Dsn Tepanas RT 02 RW 03 Ds. Kranji Kec. Paciran

Lamongan- Jatim

62264

TLP 0856 4517 1548

WA 0812 1494 7225