Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
Kunjungi terus web kami dan dapatkan info discound menarik Fast respon Call CS 085645171548 Kami siap antar sampai depan rumah Tersedia Berbagai jenis beras Putih, Merah, hitam, beras organik
Beranda » Artikel Terbaru » Ragam Beras Dan Manfaatnya, Yang wajib Di Ketahui

Ragam Beras Dan Manfaatnya, Yang wajib Di Ketahui

Diposting pada 13 Januari 2019 oleh backrojez | Dilihat: 1.423 kali

Kemudahan tumbuh padi di tunjang oleh keragaman padi. Pada zaman dulu ada dua spesies yang paling populer di budidayakan, yakni oryza sativa yang berasal dari daerah hulu sungai di kaki pegunungan Himalaya dan Oryza Glaberrima dair hulu Sungai Niger, Afrika Barat.

Namun Oryza Sativa lebih disukai lantaran lebih produktif. Apalagi oryza sativa bisa tumbuh di hampir semua kondisi hingga ketinggian 2.000 m dpl di berbagai benua kecuali Antartika.

Spesies lain ialah Oryza Australiensis, Oryza Latifolia, Oryza longistaminata, Oryza meridionalis, Oryza Officinalis, Oryza Punctata, Oryza rufipogon – brownbreard atau red rice, dan oryza nivara- beras indian.

Dari padi padi murni itu dilakukan persilangan sehingga dihasilkan jenis baru yang selanjutnya dilakukan saling silang. Total tidak kurang 120,000 varietas padi telah dihasilkan pemulia di seluruh dunia, termasuk pemulia di indonesia.

Penggolongan beras

Beras dapat di golongkan berdasarkan kadar amilosa dan amilo pegtin. Berdasarkan kandungan amilosanya beras bisa dibagi menjadi tiga golongan, yaitu beras dengan kadar amilosa tinggi (25-33%), pera alias berbulir bulir (tidak pulen) dan nasi berpencar.

Kadar amilosa sedang (20-25%) butiran nasinya tidak berpencar pencar dan tidak berlekatan. Beras dengan kadar amilosa rendah (9-20%) butiran nasinya berlekatan alias pulen.

Penggolongan lain adalah berdasarkan bentuk bulir, yaitu butiran pendek, seperti pandan wangi dan rojolele; menengah (contohnya inpari 21 batipuah); dan panjang (contohnya basmati, chandra pranita, dan IR 77. Beras basmati merupakan beras paling terkenal di India dan Pakistan. Beras itu pules dan harum sehingga di juluki “ratu aroma”. Penampilannya menarik dengan bulir bulir putih yang panjang seragam. Karen kelezatanya padi itu juga di gemari di negara diluar inida dan pakistan.

Variasi warna

Di indonesia, ada beberapa jenis padi/beras yang beredar di masyarakat, ada warna putih, coklat, merah, dan kehitaman. Tidak banyak yang mengetahui ada beras yang berbulir coklat atau ke kuning kuningan, warna beras di pengaruhi sifat gen yang mengatur warna aleuron, warna endosperm dan komposisi padi pada endorsperm

Padi beras putih berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron. Dan kandang amilosa umumnya sekitar 20-25%. Beras itu paling banyak di konsumsi masyarakat, beras merah akibat aleuronnya yang mengandung gen yang memproduksi antosianin, sumber warna merah atau ungu, beras hitam cukup langkah disebabkan aleuron dan endospermnya memproduksi antosisanin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat atau kehitaman.

Beras Merah

Nasi merah sering dijadikan alternatif makanan pokok selain nasi putih. Bahkan nasi merah dijadikan asupan utama bagi mereka yang sedang berdiet atau menjalani pola hidup sehat.

Apakah Anda tahu apa saja perbedaan beras merah dengan beras putih dari segi kandungan gizi? Ini jawabannya.

  1. Seratnya lebih tinggi

Beras merah dianggap sebagai salah satu jenis beras yang paling bernutrisi, karena proses produksinya tanpa pembuangan kulit. Satu gelas beras merah mengandung 218 kalori, 4.5 gram protein, 1.8 gram lemak, 3.5 gram serat, dan 45.8 gram karbohidrat.

Sedangkan dengan porsi yang sama, beras putih mengandung 242 kalori, 4.4 gram protein, 0.4 gram lemak, 53.2 gram karbohidrat, dan 0.6 gram serat. Beras merah memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dengan kalori yang lebih rendah jika dibandingkan dengan beras putih.

  1. Vitaminnya lebih banyak

Beras merah merupakan sumber thiamine, niacin, dan vitamin B6 yang baik. Pada satu porsi beras merah mengandung 0.2 mg thiamine, 2.6 mg niacin, dan 0.3 mg vitamin B6.

Beberapa beras putih yang dijual di pasaran kini menambahkan vitamin B yang umumnya hilang pada masa pengolahan. Vitamin B ini penting untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut.

  1. Mineralnya lebih kaya

Setiap porsi beras merah dapat memberikan kandungan 86 mg magnesium (22% dari anjuran asupan harian) dan 150 mg fosfor (15% dari anjuran asupan harian).

Sedangkan beras putih ‘hanya’ menyumbang 24 mg magnesium dan 69 mg fosfor. Magnesium penting untuk menjaga fungsi imunitas, jantung, dan saraf.

Sementara fosfor dibutuhkan untuk menjaga kesehatan fungsi ginjal, tulang, dan gigi.

  1. Indeks glikemiknya lebih rendah, baik untuk mengontrol gula darah

Berdasarkan jurnal yang dipublikasikan di International Journal of Food Science and Nutrition tahun 2006, mereka yang makan beras merah memiliki kadar gula darah yang lebih rendah setelah makan jika dibandingkan dengan beras putih.

Mengapa? Hal tersebut dikarenakan indeks glikemik beras merah lebih rendah (55) jika dibandingkan dengan beras putih (86). Hal ini dikarenakan oleh kandungan serat, polifenol dan phytic acid yang lebih tinggi pada beras merah.

Indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan untuk meningkatkan kadar gula di dalam darah. Indeks glikemik yang rendah mengindikasikan makanan tersebut lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Dengan mengganti konsumsi nasi putih Anda dengan nasi merah, menurut penelitian yang diterbitkan di Archives of Internal Medicine tahun 2011, risiko diabetes Anda dapat menurun.

  1. Kalorinya lebih sedikit, efektif menurunkan berat badan

Mengganti nasi putih yang biasa Anda konsumsi dengan nasi merah dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan, karena menyumbang kalori lebih sedikit.

Selain itu, nasi merah memiliki kadar serat yang lebih tinggi sehingga dapat membuat Anda lebih cepat kenyang dan tidak makan berlebihan.

Namun, dengan mengonsumsi nasi merah yang dimasak dari beras ini setiap hari tidak serta-merta akan membuat Anda menjadi langsing.  Karena dalam menurunkan berat badan, Anda perlu mengonsumsi kalori lebih sedikit dan membakar kalori lebih banyak melalui olahraga.

Beras Coklat

Masyarakat Asia khususnya Indonesia makanan pokok utamanya adalah Beras (Nasi). Ada beberapa jenis beras yaitu beras putih, beras coklat, beras merah dan beras hitam.  Beras coklat adalah gandum utuh yang tidak disaring atau dihaluskan. Beras coklat diproduksi hanya dengan membersihkan bagian kulit beras. Beras coklat mempertahankan bagian kulit nya yang kaya nutrisi dan kecambah.

Beras coklat lebih kenyal dibandingkan beras putih dan memiliki rasa seperti kacang. Beras coklat adalah sumber nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan seperti serat, fitokimia dan mineral penting.

Beras coklat organik mungkin memiliki lebih banyak manfaat kesehatan daripada beras coklat yang ditanam secara konvensional, karena produk organik bersertifikat, dibandingkan dengan tanaman pangan konvensional, mengandung tingkat bahan kimia pertanian yang lebih rendah yang dapat membahayakan kesehatan; Namun, tidak ada bukti nyata bahwa makanan organik lebih bergizi daripada makanan biasa.

Nilai Gizi Beras Coklat

Beras Coklat mengandung nutrisi tinggi, sedangkan rendah kalori, menjadikannya makanan yang sangat sehat. Beras coklat adalah gandum utuh yang dapat digunakan untuk memenuhi rekomendasi diet USDA dari tiga porsi harian gandum utuh – setiap 1/2 cangkir beras coklat sama dengan 1 porsi biji-bijian utuh.

Biji-bijian utuh seperti beras merah kaya serat, yang dapat mengurangi penyakit jantung dan risiko untuk kanker tertentu, sementara juga mempromosikan pencernaan yang baik dan berat badan yang sehat. Beras merah juga kaya mineral penting termasuk magnesium dan mangan, serta fitonutrien bioaktif seperti lignan, fitoestrogen dan senyawa fenolik.

Selanjutnya, beras merah adalah makanan bebas gluten yang tidak mengandung lemak trans atau kolesterol dan hanya melacak jumlah lemak dan natrium.

Manfaat Kesehatan Organik
Makan nasi coklat organik dapat memberi manfaat kesehatan tambahan dibandingkan dengan makan nasi non-organik. Belum jelas apakah makanan organik secara unilateral lebih bergizi daripada makanan non-organik, tetapi mereka mengandung lebih sedikit pestisida dan aditif makanan.

Dibandingkan dengan tanaman pangan organik, tanaman yang ditanam secara konvensional mengandung residu pestisida yang jauh lebih banyak, yang, tergantung pada jenis pestisida dan tingkat paparan Anda, dapat membahayakan kesehatan.

Makanan organik, seperti beras coklat organik, juga lebih sedikit diolah daripada makanan non-organik, yang berarti mereka mengandung pewarna, perasa, pemanis, dan pengawet yang kurang buatan, beberapa di antaranya dianggap berbahaya bagi kesehatan Anda. Beras, khususnya, kehilangan manfaat kesehatan selama pemrosesan – ketika kulit luarnya dihilangkan selama proses penyempurnaan, beras kehilangan kandungan seratnya.

Manfaat Lain dari Makanan Organik
Selain potensi manfaat kesehatan dari makanan organik, beberapa orang membeli makanan yang ditanam secara organik, termasuk beras coklat organik, untuk alasan lingkungan dan lainnya. Praktek pertanian organik membantu manfaat lingkungan dengan mengurangi polusi dari bahan kimia pertanian dan melestarikan kualitas air dan tanah.

Makanan yang tumbuh secara organik juga memiliki jejak karbon yang lebih kecil daripada makanan yang ditanam secara konvensional; menurut Organic.org, pertanian organik menggunakan, rata-rata, sekitar 30 persen lebih sedikit energi daripada pertanian konvensional. Selain itu, beberapa orang lebih memilih rasa makanan organik untuk yang tumbuh secara konvensional.

Pertimbangan
Jika Anda ingin memastikan Anda membeli beras coklat organik bersertifikat, penting untuk memperhatikan label. Misalnya, hanya karena makanan diberi label “alami” tidak berarti makanan organik – hanya makanan yang tumbuh dan diproses sesuai dengan standar organik USDA yang dapat diberi label organik. Makanan-makanan ini akan menampilkan segel resmi USDA yang menyatakan bahwa produk tersebut organik.

Beras hitam sebenarnya adalah kumpulan berbagai jenis beras dari spesies Oryza sativa L., termasuk beberapa di antaranya adalah beras ketan. Bulir beras hitam utuh mempertahankan semua sifat alaminya karena beras ini tidak melalui proses pemutihan.

Nasi hitam memiliki tekstur lengket dan rasa gurih kacang, sangat cocok untuk dibuat bubur, makanan penutup, kue beras hitam tradisional, roti, dan mie. Beras ini juga memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan dengan beras putih. Apa saja manfaatnya?

1. Tinggi kandungan antioksidan

Beras hitam tinggi akan kandungan antocyanin. Kandungan antocyanin dalam beras hitam merupakan yang tertinggi dibandingkan varietas beras lainnya. Bahkan, menurut Zhimin Xu, profesor tekonologi pangan di Louisiana State University, dilansir dari Live Strong, satu sendok makan nasi hitam mengandung antioksidan, serat, dan vitamin E yang jauh lebih tinggi daripada blueberry dalam jumlah sama. Sebagai perbandingan, blueberry menduduki peringkat nomor satu dari buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi dibandingkan dengan 40 jenis buah dan sayuran lainnya.

Antosianin telah diteliti dan ditemukan mampu mencegah penyakit jantung dan melindungi terhadap segala macam peradangan yang menjadi inti dari banyak penyakit yang umum saat ini — mulai dari asma, arthritis, hingga kanker. Diet yang memasukkan beras hitam dalam menu makan juga telah ditunjukkan mampu menurunkan kadar trigliserida (lemak jahat dalam darah) dan meningkatkan kadar HDL, juga dikenal sebagai kolesterol baik.

2. Tinggi protein

Semangkuk nasi hitam mengandung karbohidrat yang lebih rendah daripada beras merah, namun lebih tinggi kandungan serat dan proteinnya. Satu porsi beras hitam (100 gram) menyediakan 17% dari asupan protein harian Anda.

3. Kaya akan vitamin dan mineral

Beras hitam mengandung sederet vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, serta zinc, magnesium, dan fosfor. Vitamin B kompleks membantu tubuh melepaskan energi dan mengolahnya secara efektif untuk Anda beraktivitas selama seharian, sementara kandungan magnesium dan zat besi di dalamnya membantu memerangi sindrom 3L: letih, lelah, lesu. Satu porsi nasi hitam memenuhi 8 persen dari asupan harian untuk zin, 6 persen zat besi, dan 20 persen dari nilai harian untuk fosfor. Zinc merupakan mineral yang mendukung kinerja sistem imun tubuh, sementara fosfor dibutuhkan untuk pembentukan gigi dan tulang.

Beras hitam juga mengandung riboflavin yang berperan penting terhadap perlindungan sel dari stres oksidatif, radikal bebas penyebab kanker.

4. Baik untuk detoks hati

Menurut beberapa penelitian, beras hitam memainkan peran penting dalam menunjang kesehatan hati — terutama dalam mencegah perlemakan hati, termasuk perlemakan hati alkoholik. Lagi-lagi ini karena adanya antioksidan tinggi dalam beras.

Hati adalah salah satu organ tubuh terbesar manusia, bertanggung jawab untuk mengubah nutrisi dari makanan menjadi energi untuk digunakan tubuh. Hati juga mengatur hormon dan memainkan peran penting dalam detoksifikasi tubuh. Beras hitam memiliki kemampuan untuk membantu hati menghilangkan zat-zat beracun berkat kandungan fitonutrien yang secara signifikan mengurangi stres oksidatif dalam tubuh, sekaligus pula membantu memperbaiki dan meningkatkan fungsi masing-masing jaringan.

5. Melindungi jantung

Beras hitam terbukti berperan dalam mencegah tekanan darah tinggi dan menurunkan pembentukan plak aterosklerotik di pembuluh darah jantung. Aterosklerosis, yang diwakili oleh pengerasan dinding arteri, adalah penyakit kardiovaskular yang mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Makan nasi hitam dikatakan dapat memangkas angka kematian yang cukup tinggi dari penyakit tersebut. Beras ini juga meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi kolesterol LDL dan kolesterol total.

6. Melancarkan pencernaan

Beras hitam tinggi akan kandungan serat, yang mampu menambahkan “massa” ke dalam feses Anda, dan karena itu menghilangkan, mencegah, dan/atau menyembuhkan masalah diare dan juga masalah pencernaan lainnya.

Serat membantu meningkatkan aktivitas gerak usus dan membantu meringankan sembelit. Serat dalam dosis tinggi dapat membantu mencegah penyerapan zat beracun dan membilasnya keluar dari tubuh. Juga perlu diingat bahwa studi telah menemukan diet tinggi makanan berserat dari varietas padi dan gandum terbukti melindungi terhadap gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS).

7. Bebas gluten

Sama seperti varietas beras lainnya, beras hitam secara alami bebas gluten, protein yang ditemukan dalam semua produk yang mengandung gandum dan/atau barley. Banyak orang yang menderita alergi gluten mungkin menemukan beras ini membantu dalam menghilangkan masalah pencernaan yang terkait dengan sensitivitas gluten. Penyakit Celiac adalah salah satu sensitivitas langka terhadap gluten, dan gejala dan efek sampingnya dapat merusak — termasuk peningkatan risiko sindrom usus bocor.

8. Baik untuk mencegah dan mengelola diabetes

Karena kandungan seratnya yang tinggi (3,5 kali lipat lebih banyak dari nasi putih), beras hitam membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Ini memiliki efek perlindungan pada sistem pencernaan sekaligus mempertahankan angka gula darah tetap konstan. Oleh karena itu, makan nasi hitam dalam diet juga membantu Anda dalam mencegah risiko diabetes tipe 2 dan mengelola pra-diabetes, karena kandungan gulanya yang juga rendah.

Nasi hitam juga memiliki indeks glikemik (GI) rendah, yaitu 42,3 jika dibandingkan dengan nasi putih yang memilikiGI mencapai 89. Nasi merah memiliki indeks glikemik 50. Makanan yang memiliki indeks glikemik rendah tergolong memiliki angka 55 atau kurang. Diet rendah GI meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, yang meningkatkan kontrol diabetes, serta mengurangi risiko penyakit jantung.

9. Mengontrol berat badan

Mengonsumsi beras hitam untuk menurunkan berat badan menunjukkan hasil yang lebih baik daripada beras merah, karena teksturnya yang lebih padat dan lebih kaya serat namun rendah kalori sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu, beras ini membantu untuk mengontrol asupan kalori dan akibatnya melindungi terhadap obesitas dalam jangka panjang.

Delapan puluh lima gram beras hitam terdiri dari 200 kcal, 43 gram karbohidrat, 3 gram serat, 6 gram protein, dan 2 gram lemak, sedangkan porsi yang sama dari beras merah mengandung 226 kcal, 47 gram karbohidrat, 2 gram serat, 5 gram protein dan 2 gram lemak. Perbedaan 26 kalori mungkin tampak tidak berpengaruh, tetapi rutin mengonsumsi ekstra 26 kalori satu kali sehari selama lebih dari satu tahun dapat menyebabkan kenaikan berat badan hingga 1,5 kilogram.

10. Meningkatkan ketajaman fungsi otak

Selain berfungsi melindungi tubuh terhadap kanker, kandungan antocyanin dalam beras hitam dapat meningkatkan ketajaman memori dan fungsi kognitif otak, dengan memerangi stres oksidatif dalam tubuh. Stres oksidatif berkontribusi terhadap penurunan memori dan peradangan dalam otak.

 

Bagikan informasi tentang Ragam Beras Dan Manfaatnya, Yang wajib Di Ketahui kepada teman atau kerabat Anda.

Ragam Beras Dan Manfaatnya, Yang wajib Di Ketahui | j-rice.id | 0812.1494.7225

Belum ada komentar untuk Ragam Beras Dan Manfaatnya, Yang wajib Di Ketahui

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
QUICK ORDER
Testimoni Sugito Tulungagung

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

jual benih padi situbondo *Harga Hubungi CS
Ready Stock
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
QUICK ORDER
Benih Padi Ciliwung

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Harga Hubungi CS
Ready Stock
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
OFF 21%
QUICK ORDER
Jual Benih Padi M400

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 95.000 Rp 120.000
Ready Stock
Rp 95.000 Rp 120.000
Ready Stock
SIDEBAR

Alamat Kantor

Alamat Kantor :

Graha Indah Paciran Blok E4-No 7

Dsn Tepanas RT 02 RW 03 Ds. Kranji Kec. Paciran

Lamongan- Jatim

62264

TLP 0856 4517 1548

WA 0812 1494 7225