Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Minggu & Hari Besar Tutup
Kunjungi terus web kami dan dapatkan info discound menarik Fast respon Call CS 085645171548 Kami siap antar sampai depan rumah Tersedia Berbagai jenis beras Putih, Merah, hitam, beras organik
Beranda » Artikel Terbaru » Beras Merah Untuk Diet, Bisa Kah?

Beras Merah Untuk Diet, Bisa Kah?

Diposting pada 24 November 2018 oleh backrojez | Dilihat: 1.990 kali

Beras merah untuk diet-karena beberapa faktor seseorang bisa saja gemuk, mulai dari gaya hidup, genetik, malas, dll. Jika over maka penyakit akan berdatangan bagi orang yang kegemukan. 

Cari Juga : Beras Merah Untuk Diet

 

Kegemukan alias obesitas adalah penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi kesehatan penderitanya. Ya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderitanya, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kesehatan seperti penyakit jantungdiabetes, dan tekanan darah tinggi.

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia. Selain dapat menyebabkan masalah kesehatan secara fisik, kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah psikologis, seperti stres dan depresi.

Obesitas dan berat badan berlebih (overweight) merupakan dua konsep yang berbeda. Overweight adalah kondisi di mana terdapat kenaikan berat badan berlebih. Namun demikian, kenaikan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lemak berlebih, tetapi juga bisa disebabkan massa otot atau cairan dalam tubuh. Kondisi-kondisi tersebut dapat memberikan dampak berbahaya pada kesehatan.

Seberapa umum kondisi ini?

Obesitas adalah salah satu kondisi paling umum yang dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Seseorang berisiko tinggi mengalami kondisi ini jika tidak menjaga pola makan dan melakukan olahraga yang cukup.

Kegemukan biasanya diderita oleh orang-orang dengan pekerjaan administratif atau kantoran yang cenderung menerapkan gaya hidup sedentari, alias malas gerak. Anda dapat menjaga diri Anda dari kondisi ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Jadi, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala-gejala obesitas?

Sebanarnya tidak ada tanda gejala pasti dari obesitas. Memang sih, orang yang obesitas cenderung terlihat lebih gemuk dan besar. Namun perlu dipahami bahwa orang yang gemuk belum tentu mengalami obesitas, sementara mereka yang obesitas sudah pasti gemuk.

Untuk menentukan apakah seseorang termasuk dalam obesitas atau tidak, terdapat beberapa cara menentukannya yakni dengan mengukur:

  • Body Mass Index (BMI)
  • Lingkar pinggang
  • Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP)
  • Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold
  • Kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA)

Dari berbagai cara tersebut, mengukur BMI adalah cara yang paling sering digunakan karena cukup mudah untuk dilakukan. Perhitungan BMI ini menggunakan berat badan dan tinggi badan. Rumus dari perhitungan BMI adalah:

BMI = berat badan (kg) / (tinggi (m) x tinggi (m))

Orang-orang dengan BMI lebih besar dari 25 dapat dikategorikan sebagai overweight, pada 30 atau lebih termasuk ke dalam obesitas, dan pada 40 ke atas merupakan tingkat obesitas yang serius.

Kini Anda tak perlu pusing-pusing menghitung BMI dengan metode manual. Hello Sehat telah menyediakan Kalkulator BMI yang bisa digunakan secara mudah dengan hanya mengklik gambar di bawah ini.

Cari Juga : Beras Merah Untuk Diet

Bagi kebanyakan orang, BMI dapat dimanfaatkan untuk mengukur kandungan lemak dalam tubuh. Akan tetapi, BMI tidak secara langsung mengukur lemak tubuh.

Sebagai contoh, untuk beberapa orang, BMI dari para atlet yang melakukan body building(menambah massa otot) tertentu dapat dikategorikan sebagai obesitas karena otot-otot mereka berkembang secara berlebihan untuk terlihat besar dan kuat, walaupun mereka tidak memiliki lemak berlebih.

Jika kita hanya mengandalkan BMI, kita tidak akan mendapatkan ukuran obesitas yang akurat. Jadi, berkonsultasilah pada dokter untuk mengetahui detail tentang tingkat obesitas Anda.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya, seperti hipertensi, diabetes, dan jantung koroner. Situasi ini juga meningkatkan arthritis yang menyebabkan sesak nafas, sleep apnea, dan cepat lelah.

Dari penjelasan di atas, mungkin terdapat gejala-gejala obesitas yang tidak disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang efek sampingnya, silakan berkonsultasi pada dokter.

Kapan saya harus pergi ke dokter?

Jika Anda berpikir Anda mungkin mengidap kondisi ini, khususnya jika Anda peduli dengan masalah berat badan, temuilah dokter secepatnya. Anda dan dokter dapat mengukur risiko kesehatan Anda dan mendiskusikan cara mengurangi berat badan. Temuilah dokter secara rutin agar diberikan metode diagnosis dan penanganan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penyebab

Apa penyebab obesitas (kegemukan)?

Obesitas disebabkan oleh kadar kalori yang berlebihan dalam tubuh. Penumpukkan kadar kalori yang berlebih ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor (multifaktorial). Interaksi antara berbagai macam faktor inilah yang menyebabkan seseorang dapat mengalami obesitas. 

Cari Juga : Beras Merah Untuk Diet

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk obesitas (kegemukan)?

Berikut beberapa faktor yang bisa jadi penyebab kenaikan berat badan dan obesitas:

  1. Genetik

Genetik alias keturunan adalah salah satu komponen terbesar yang bisa memicu obesitas. Anak dari orangtua yang obesitas jauh lebih berisiko mengalami obesitas dibanding anak yang orangtuanya memiliki berat badan ideal.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Investigastion diketahui bahwa orang yang membawa gen FTO biasanya cenderung banyak makan makanan berlemak dan tinggi gula. Selain itu orang dengan gen tersebut juga biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa kenyang. Nah, hal tersebutlah yang menyebabkan orang dengan gen FTO lebih mungkin untuk mengalami obesitas.

Meski begitu bukan berarti obesitas sepenuhnya ditentukan oleh genentik. Pasalnya, apa yang Anda konsumsi juga memiliki efek besar pada gen yang dapat memicu obesitas. Ya, jika Anda memiliki gen obesitas dan Anda memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat, maka hal tersebut justru akan meningkatkan risiko Anda berkali-kali lipat untuk mengalami obesitas.

Sebaliknya, jika Anda memiliki gen obesitas, tapi Anda secara teratur menerapkan pola hidup sehat dengan memerhatikan asupan makanan serta rajin olahraga, maka risiko Anda terkena obesitas pun akan menurun.

  1. Junk food

Junk food adalah jenis makanan yang tinggi kandungan gula, lemak, garam, dan minyak. Kombinasi inilah, ditambah dengan wangi makanan dan berbagai paduan rasa lainnya, yang membuat makanan junk food terasa nikmat sehingga bikin ketagihan. Tanpa sadar, orang yang sering makan junk food menumpuk banyak kalori dan lemak di tubuhnya.

Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan yang pada akhirnya memicu obesitas. Jika sudah obesitas, maka Anda berisiko terkena penyakit kronis lainnya.

  1. Obat-obatan tertentu

Banyak obat-obatan dengan/tanpa resep dokter dapat menyebabkan penambahan berat badan sebagai efek samping. Misalnya antidepresan yang sudah lama dikaitkan dengan kenaikan berat badan secara perlahan-lahan.

Beberapa obat-obatan lain yang bisa memicu kenaikan berat badan adalah obat diabetesdan antipsikotik yang sering digunakan untuk meredakan masalah mental. Obat-obatan ini mengubah fungsi tubuh dan otak Anda, menyebabkan meningkatkan nafsu makan dan berkurangnya tingkat metabolisme Anda. Hal tersebutlah yang memicu kenaikan berat badan.

  1. Stres

Siapa sangka, stres nyatanya juga bisa jadi penyebab obesitas. Ya, stres sangat mungkin menyebabkan obesitas. Pasalnya pada saat Anda mengalami stres, Anda akan lebih mudah untuk lebih banyak makan, terutama makanan manis, guna sekadar meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.

Padahal tanpa disadari, konsumsi makanan di saat-saat seperti itu justru akan membuat Anda mengonsumsi makanan ebih banyak, yang pada akhirnya akan menumpuk kalori, gula, serta lemak di dalam tubuh. Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.

  1. Malas gerak

Dengan adanya televisi, komputer, video game, mesin cuci, ponsel pintar, dan perangkat kenyamanan modern lainnya, hidup kebanyakan orang memang jadi lebih santai. Sayangnya, hal tersebut justru membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik.

Padahal kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan perlambatan metabolisme dalam tubuh. Ya, semakin sedikit Anda bergerak, maka semakin pula kalori yang Anda bakar.

Akibatnya, kalori akan lebih banyak menumpuk di dalam tubuh. Bahkan tak hanya soal kalori saja. Aktivitas fisik yang minum juga memengaruhi kinerja hormon insulin dalam tubuh. Jika kadar insulin dalam tubuh tidak stabil, maka erat kaitannya dengan penambahan berat badan.

  1. Tidak cukup tidur

Penelitian telah menemukan bahwa jika Anda tidak cukup tidur, Anda berisiko dua kali lipat untuk mengalami obesitas. Risiko ini berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak. Hal ini berdasarkan penelitian dilakukan di Warwick Medical School di University of Warwick.

Para ahli dalam penelitian tersebut meninjau bukti di lebih dari 28.000 anak dan 15.000 orang dewasa. Hasil penelitian jelas menunjukkan bahwa kurang tidur secara signifikan meningkatkan risiko obesitas pada kedua kelompok.

Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas melalui peningkatan nafsu makan akibat dari perubahan hormonal. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda menghasilkan Ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan. Kurang tidur juga mengakibatkan tubuh Anda memproduksi lebih sedikit Leptin, hormon yang menekan nafsu makan.

Jika Anda tidak mengidap faktor-faktor risiko tersebut bukan berarti Anda tidak dapat terjangkit obesitas. Tanda-tanda tersebut hanya referensi saja, jadi akan lebih baik jika Anda berkonsultasi pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

 

Cara Dietnya bagaiman? Beras Merah Untuk Diet

Cara makan nasi merah bisa menjadi diet yang bagus untuk dicoba. Salah satu cara untuk mendapatkan berat badan yang sempurna adalah dengan membuat program diet khasiat beras merah.

Namun, mereka sering menghasilkan makanan yang tidak sehat, tidak sehat tetapi akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Diet yang baik adalah mengendalikan diet Anda dengan mengonsumsi cukup nutrisi.

Cari Juga : Beras Merah Untuk Diet

Jika salah satu komponen dikonsumsi terlalu banyak, makanan akan gagal dan menyebabkan masalah lain.

Cara Diet dengan Beras Merah
Salah satu jenis karbohidrat yang lebih baik dan bernutrisi bagi orang Indonesia adalah nasi putih, nasi putih yang terkandung dalam kandungan gula tinggi, yang menghasilkan kadar glukosa tubuh yang tinggi ketika mengkonsumsi terlalu banyak.

Selain diabetes, kelebihan lemak tubuh juga meningkatkan risiko obesitas juga lebih tinggi.

Untuk menghindari masalah ini, kita bisa mengurangi kandungan kalori atau gula tubuh. Itu bisa dilakukan dengan mengganti nasi putih dengan beras merah.

Karena beras merah mengandung lebih banyak serat daripada gula. Beras merah ini bisa membuat menu diet sehari-hari.

Beras merah sangat baik untuk dikonsumsi, kandungan serat yang bermanfaat bagi tubuh sering digunakan dalam makanan. Karena beras merah merupakan karbohidrat kompleks lebih baik dari nasi putih.

Karbohidrat kompleks bisa membuat perut lebih lama, meski sedikit sambil mengkonsumsi. Makan nasi coklat sangat mudah, cukup ganti nasi putih dan tambahkan satu porsi nasi merah.

Berikut ini adalah menu cara makan nasi merah.

  1. Sarapan (sarapan)

Pagi adalah waktu untuk memulai aktivitas, di mana kita membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup untuk melakukan tugas sehari-hari.

Untuk menu sarapan makanan, kita bisa mengonsumsi 5 sendok makan beras merah, sayuran seperti kangkung atau bayam, lalu tambahkan sayuran dan protein protein hewani (tahu, telur, tempe atau dada ayam), lalu ada segelas jus.

Pastikan bahwa makanan yang dikonsumsi seperti tahu, tempe, dan ayam tidak digoreng karena makanan yang digoreng buruk dengan lemak tinggi.

  1. Makan siang

Di menu makan siang tidak ada bedanya dengan menu sarapan. Di mana kebutuhan akan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral dibutuhkan.

Saat makan siang, disajikan menu, bola nasi coklat, dengan hidangan ayam tanpa kulit panggang atau ikan panggang, lalu tambahkan sayuran sebagai sumber serat, dan tambahkan isi lemak baik seperti kacang (kacang ttanah, almond), maka jangan lupa untuk mengkonsumsi beberapa buah (bisa apel, pir dan jeruk), dan akhirnya minum air.

  1. Makan malam

Untuk makan malam menu Berkanyyak makan protein. Karena malam hari tubuh beristirahat (tidur), di mana selama tidur sel-sel tubuh rusak oleh protein ini.

Kemudian menu diet untuk malam dengan 8 sendok makan beras merah, 1 butir telur, tambahkan sayuran dan sejenis buah dapat diolah jus atau dimakan langsung. 

itulah tadi cara diet dengan beras merah, jika anda butuh beras merah?

 

Beras Merah Untuk Diet

TLP 0856 5617 1548

WA 08121 4947 225

WEBSITE ; j-rice.id

 

 

Bagikan informasi tentang Beras Merah Untuk Diet, Bisa Kah? kepada teman atau kerabat Anda.

Beras Merah Untuk Diet, Bisa Kah? | j-rice.id | 0812.1494.7225

Belum ada komentar untuk Beras Merah Untuk Diet, Bisa Kah?

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 7%
QUICK ORDER
Beras Mentik Wangi Susu

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 32.500 Rp 35.000
Ready Stock
Rp 32.500 Rp 35.000
Ready Stock
Best Seller
OFF 20%
QUICK ORDER
Nutrisi Hidroponik AB Mix Sayuran

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 20.000 Rp 25.000
Ready Stock
Rp 20.000 Rp 25.000
Ready Stock
OFF 17%
QUICK ORDER
Benih padi ciherang

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 90.000
Ready Stock
Rp 75.000 Rp 90.000
Ready Stock
SIDEBAR

Alamat Kantor

Alamat Kantor :

Graha Indah Paciran Blok E4-No 7

Dsn Tepanas RT 02 RW 03 Ds. Kranji Kec. Paciran

Lamongan- Jatim

62264

TLP 0856 4517 1548

WA 0812 1494 7225